Hasil tak akan pernah berkhianat pada kerja keras!

Kamis, 19 November 2015

Tak terasa tahun 2015 berakhir begitu cepat. Kulihat kalender sudah menunjukkan bulan ke 11. Tepat 3 hari yang lalupun usiaku genap 23 tahun. Seiring bertambahnya usia dan akan berakhirnya tahun ini memaksaku untuk berdiri di depan cermin, melihat perubahan apa yang terjadi pada diriku. Melihat dengan cermin yang sebenarnya apa yang sudah kulakukan selama 23 tahun. Perubahan positif apa yang sudah kuperbuat. Manfaat apa yang sudah kuberikan kepada orang lain.

Tak terasa tahun 2015 berakhir begitu cepat. Kulihat kalender sudah menunjukkan bulan ke 11. Tepat 3 hari yang lalupun usiaku genap 23 tahun. Seiring bertambahnya usia dan akan berakhirnya tahun ini memaksaku untuk berdiri di depan cermin, melihat perubahan apa yang terjadi pada diriku. Melihat dengan cermin yang sebenarnya apa yang sudah kulakukan selama 23 tahun. Perubahan positif apa yang sudah kuperbuat. Manfaat apa yang sudah kuberikan kepada orang lain.

Sabtu, 07 November 2015

Sebagai seorang blogger, jones merupakan predikat yang tak terelakkan. Bagaimana tidak, selain bekerja di rumah, urusan-urusan kecil yang biasanya dilakukan di luar rumah hanya dilakukan di kamar. Seperti beli pulsa saja dilakukan via ibanking, beli makanan via delivery, beli pakaian via olshop dan hal kecil lainnya yang dilakukan melalui genggaman gadget atau laptop yang semua itu hanya dilakukan di dalam rumah (baca: kamar).
Perkembangan teknologi selain memberikan manfaat positif, juga mau tak mau membawa dampak negatif yang tak kalah banyak. Jones merupakan akibat dari perkembangan teknologi yang saya titik beratkan. Karena gara2 teknologi, interaksi langsung antar manusia menjadi berkurang. Dan inilah yang membuat jones bertambah. Bagaimana tidak, jika cinta timbul dari tatapan mata, karena adanya teknologi yang terjadi hanyalah tatapan monitor.

Sebagai seorang blogger, jones merupakan predikat yang tak terelakkan. Bagaimana tidak, selain bekerja di rumah, urusan-urusan kecil yang biasanya dilakukan di luar rumah hanya dilakukan di kamar. Seperti beli pulsa saja dilakukan via ibanking, beli makanan via delivery, beli pakaian via olshop dan hal kecil lainnya yang dilakukan melalui genggaman gadget atau laptop yang semua itu hanya dilakukan di dalam rumah (baca: kamar).
Perkembangan teknologi selain memberikan manfaat positif, juga mau tak mau membawa dampak negatif yang tak kalah banyak. Jones merupakan akibat dari perkembangan teknologi yang saya titik beratkan. Karena gara2 teknologi, interaksi langsung antar manusia menjadi berkurang. Dan inilah yang membuat jones bertambah. Bagaimana tidak, jika cinta timbul dari tatapan mata, karena adanya teknologi yang terjadi hanyalah tatapan monitor.

Sabtu, 26 September 2015

Tak ada inspirasi untuk basa-basi di postingan ini, langsung saja saya mau share VPS yang ane gunakan untuk keperluan website AGCku. Untuk AGC kupercayakan pada Virpus. Ya, Virpus menurutku lebih tangguh dan stabil dari VPS lain yang pernah kucoba sebelumnya. Sudah 6 bulan lebih tak ada gangguan dan masalah yang berarti selama menggunakan Virpus. Bagi sobat yang mencari VPS Terbaik untuk AGC dengan Harga Termurah, Virpus bisa menjadi solusinya. Sudah gitu saja ya. Ane cuma pake VPS dengan RAM 1 GB HDD 30 GB 4 CORE BANDWITH 3 TB dengan harga bulanan $7. VPS tersebut sudah kuat menopang trafik hingga 50K/day. Silahkan dibuktikan di sini.

Tak ada inspirasi untuk basa-basi di postingan ini, langsung saja saya mau share VPS yang ane gunakan untuk keperluan website AGCku. Untuk AGC kupercayakan pada Virpus. Ya, Virpus menurutku lebih tangguh dan stabil dari VPS lain yang pernah kucoba sebelumnya. Sudah 6 bulan lebih tak ada gangguan dan masalah yang berarti selama menggunakan Virpus. Bagi sobat yang mencari VPS Terbaik untuk AGC dengan Harga Termurah, Virpus bisa menjadi solusinya. Sudah gitu saja ya. Ane cuma pake VPS dengan RAM 1 GB HDD 30 GB 4 CORE BANDWITH 3 TB dengan harga bulanan $7. VPS tersebut sudah kuat menopang trafik hingga 50K/day. Silahkan dibuktikan di sini.

Minggu, 26 Juli 2015

Mimpiku untuk menjadi pengangguran udah tercapai. Duduk diam dirumah pun aku masih bisa makan. Apa yang dulu tak bisa kubeli sekarang bisa kubeli. Apa yang dulu orang tua minta yang belum bisa kukasih sekarang bisa kuberikan. Seolah aku sudah bisa meraih mimpi-mimpiku dulu. Secara dhohir mungkin orang menilai aku orang sukses, aku masih muda bisa beli ini beli itu. Tapi semua itu salah, di tengah kondisiku seperti ini, aku merasa ada yang kurang dalam hidupku. Hidupku begitu sepi, begitu hampa. Nganggur yang kuidam-idamkan tak sesuai harapan. Aku dulu berfikir kalo nganggur bisa tiap hari hangout, bisa jalan kemana2. Ternyata itu salah, ketika aku nganggur temen2 pada kerja, jadinya ya tetap sendiri. Ga ada temen jalan, ngopi atau sekedar ngobrol. Hanya ada teman yang itu-itu saja tiap hari, itupun hanya bergumul di dunia maya.

Aku manusia biasa, aku butuh manusia lainnya. Aku butuh interaksi. Tapi apalah daya, sifat introvet lebih dominan dalam diriku. Aku tak tahu apa ini rasa malu yang berlebihan atau apa. Aku malu melangkahkan kaki keluar rumah. Malu bertegur sapa dengan orang sekitarku. Aku merasa tak pantas berada di sekitar mereka. Jikapun aku memaksakan bergumul yang terjadi hanyalah obrolan canggung yang jauh dengan keakraban. Ntah, sampai saat ini aku hanya bisa mengurung diri dalam kamar. Bergumul dengan laptop dan gadget. Tapi bukan ini yang aku inginkan. Aku butuh bersosial. Bukan bersosial media. Aku butuh ngobrol dengan manusia, bukan dengan perantara aplikasi. Ah sudahlah. Keinginanku tak sebanding dengan keberanianku menampakkan wajah pada orang di sekitarku. Payah!

~~**** khairunnas anfa'uhum linnas ****~~

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Sampai detik ini aku tak bisa memberi apapun pada lingkunganku. Payah, mungkin orang sepertiku tak pantas lagi untuk hidup. Mungkin orang sepertiku lebih pantas untuk diasingkan atau dibuang karena tak bisa memberi manfaat apapun. Tapi dalam hati kecilku, aku ingin bisa memberi manfaat kepada orang sekitarku, walaupun hanya sedikit. Tapi aku tak tahu bagaimana bisa memulai langkah itu. Aku terlalu kerdil, aku terlalu penakut untuk melangkah sendiri. Payah!

~~**** segelintir lamunan ****~~

Dalam lamunanku, dalam bayangan akan sebuah mimpi. Aku ingin berhijrah ke suatu tempat dimana aku bisa memulai hidup baru. Bisa memberikan manfaat pada lingkunganku yang baru. Bisa bergumul dengan manusia lain. Bisa hidup berdampingan. Ah, lamunan ini terlalu jauh. Apa bisa. Aku hanya orang kerdil yang keluar di teras rumahpun malu, apalagi hijrah di tempat asing. Payah! Sungguh payah diriku ini. Mungkin lamunanku terlalu jauh, tapi aku tetap berharap di lubuk hati yang terdalam lamunan ini bisa terwujud hingga aku bisa bermanfaat untuk orang lain.


Mimpiku untuk menjadi pengangguran udah tercapai. Duduk diam dirumah pun aku masih bisa makan. Apa yang dulu tak bisa kubeli sekarang bisa kubeli. Apa yang dulu orang tua minta yang belum bisa kukasih sekarang bisa kuberikan. Seolah aku sudah bisa meraih mimpi-mimpiku dulu. Secara dhohir mungkin orang menilai aku orang sukses, aku masih muda bisa beli ini beli itu. Tapi semua itu salah, di tengah kondisiku seperti ini, aku merasa ada yang kurang dalam hidupku. Hidupku begitu sepi, begitu hampa. Nganggur yang kuidam-idamkan tak sesuai harapan. Aku dulu berfikir kalo nganggur bisa tiap hari hangout, bisa jalan kemana2. Ternyata itu salah, ketika aku nganggur temen2 pada kerja, jadinya ya tetap sendiri. Ga ada temen jalan, ngopi atau sekedar ngobrol. Hanya ada teman yang itu-itu saja tiap hari, itupun hanya bergumul di dunia maya.

Aku manusia biasa, aku butuh manusia lainnya. Aku butuh interaksi. Tapi apalah daya, sifat introvet lebih dominan dalam diriku. Aku tak tahu apa ini rasa malu yang berlebihan atau apa. Aku malu melangkahkan kaki keluar rumah. Malu bertegur sapa dengan orang sekitarku. Aku merasa tak pantas berada di sekitar mereka. Jikapun aku memaksakan bergumul yang terjadi hanyalah obrolan canggung yang jauh dengan keakraban. Ntah, sampai saat ini aku hanya bisa mengurung diri dalam kamar. Bergumul dengan laptop dan gadget. Tapi bukan ini yang aku inginkan. Aku butuh bersosial. Bukan bersosial media. Aku butuh ngobrol dengan manusia, bukan dengan perantara aplikasi. Ah sudahlah. Keinginanku tak sebanding dengan keberanianku menampakkan wajah pada orang di sekitarku. Payah!

~~**** khairunnas anfa'uhum linnas ****~~

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Sampai detik ini aku tak bisa memberi apapun pada lingkunganku. Payah, mungkin orang sepertiku tak pantas lagi untuk hidup. Mungkin orang sepertiku lebih pantas untuk diasingkan atau dibuang karena tak bisa memberi manfaat apapun. Tapi dalam hati kecilku, aku ingin bisa memberi manfaat kepada orang sekitarku, walaupun hanya sedikit. Tapi aku tak tahu bagaimana bisa memulai langkah itu. Aku terlalu kerdil, aku terlalu penakut untuk melangkah sendiri. Payah!

~~**** segelintir lamunan ****~~

Dalam lamunanku, dalam bayangan akan sebuah mimpi. Aku ingin berhijrah ke suatu tempat dimana aku bisa memulai hidup baru. Bisa memberikan manfaat pada lingkunganku yang baru. Bisa bergumul dengan manusia lain. Bisa hidup berdampingan. Ah, lamunan ini terlalu jauh. Apa bisa. Aku hanya orang kerdil yang keluar di teras rumahpun malu, apalagi hijrah di tempat asing. Payah! Sungguh payah diriku ini. Mungkin lamunanku terlalu jauh, tapi aku tetap berharap di lubuk hati yang terdalam lamunan ini bisa terwujud hingga aku bisa bermanfaat untuk orang lain.


Selasa, 23 Juni 2015

Melanjutkan posting sebelumnya dimana saya butuh penulis untuk topik travel, hari ini saya butuh lagi penulis untuk jadi author di webku. Tepatnya untuk topik "humor satir". Kalau belum tahu apa itu humor satir ga usah apply ya. Oke berikut persyaratannya:

1. WNI
2. Punya Internet
3. Umur berapapun
4. Lulusan manapun
5. Punya sense of humor

Aku pengen penulis yang mampu menulis isu2 terhangat dengan gaya humor satir. Jika kamu punya bakat di situ. Ajukan CV mu ke email: ithoib@gmail.com. Sertakan 1 artikel humor satir mu sebagai bahan pertimbangan. Sertakan juga berapa yang harus kubayar per artikel yang kamu tulis.

Tak tunggu di inbox gmail yah.

Thanks,

Melanjutkan posting sebelumnya dimana saya butuh penulis untuk topik travel, hari ini saya butuh lagi penulis untuk jadi author di webku. Tepatnya untuk topik "humor satir". Kalau belum tahu apa itu humor satir ga usah apply ya. Oke berikut persyaratannya:

1. WNI
2. Punya Internet
3. Umur berapapun
4. Lulusan manapun
5. Punya sense of humor

Aku pengen penulis yang mampu menulis isu2 terhangat dengan gaya humor satir. Jika kamu punya bakat di situ. Ajukan CV mu ke email: ithoib@gmail.com. Sertakan 1 artikel humor satir mu sebagai bahan pertimbangan. Sertakan juga berapa yang harus kubayar per artikel yang kamu tulis.

Tak tunggu di inbox gmail yah.

Thanks,