Minggu, 11 September 2016

Be Useful to Others

Being useful to others is not easy. Begin this time, I must be able to be useful to others. Ganbate!

Rabu, 16 Maret 2016

Sumber Manik, Uji Kuatnya Kakimu Temukan Indahnya Alam Nganjuk yang Tersembunyi

Minggu (13/3/2016), kami bertiga (Kamandoko, Topik dan Saya) berkumpul di kediaman Anwar Khusaini yang terletak di Desa Ngepeh - Loceret, 1 kilometer dari monumen Dr. Soetomo. Sudah lama kami tak berjumpa dan duduk ngopi bersama apalagi ngalas bersama, mengingat dulu kami sering melakukan kegiatan di hutan bersama waktu SMK. Obrolan garing mulai terjadi, guyonan2 yang mengingatkan kisah lucu saat SMK pun muncul. Dan akhirnya kami memaksa Kusen (panggilan untuk Anwar Khusaini) untuk ikut kami mencari keberadaan Air Terjun Sumber Manik yang akhir2 ini sedang diekpos oleh warga media sosial Nganjuk. Tanpa ba bi bu yang panjang, Kusen pun mengiyakan ajakan kami, yang memang sudah lama kita nggak ngalas bareng. Tanpa persiapan apapun akhirnya kami berempat memulai perjalanan menuju Air Terjun Sumber Manik pada pukul 10 lebih beberapa menit.

Perjalanan dimulai dari Ngepeh, melewati Desa Mojoduwur kemudian menuju Desa Ngetos yang merupakan lokasi dari Air Terjun tersebut. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit akhirnya kami berhenti karena kami tidak tahu lokasi Air Terjun tersebut dan memutuskan untuk bertanya kepada orang tua yang kebetulan sedang beristirahat dari perjalanannya membawa rumput. Beliau bilang jalan yang kami ambil salah, jalan menuju Air Terjun Sumber Manik sudah terlewat jauh, kami sedang berada pada jalan menuju Hargo Jali. Dari penuturan orang tua tersebut Hargo Jali adalah makam dari sesepuh Desa,  yang kerap dikunjungi orang-orang dari berbagai kalangan yang terletak di tengah hutan. Tanpa pikir panjang si Kusen dengan rasa penasarannya memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju Hargo Jali dan menomorduakan tujuan semula kami ke Air Terjun Sumber Manik.

Setelah berpamitan dengan orang tua yang kami temui tadi, kami ikuti Kusen menuju jalan yang katanya adalah jalan menuju Hargo Jali. Jalan yang kami lalui sangatlah jelek, sebagian besar masih makadam tapi .pemandangan alam yang kami lewati sungguh tak kalah dengan pemandangan alam yang biasa kami temui di perjalanan menuju Malang. Ternyata Nganjuk juga punya alam yang begitu indah. Kurang lebih 30 menit kami dalam pencarian, akhirnya kami sampai di Hargo Jali. Di sana tampak kerumunan orang yang tak sedikit. Berdasarkan informasi dari salah satu pengunjung, ternyata di sana sedang ada outbond yang diselenggarakan oleh Kecamatan Ngetos.


Setelah memarkir kendaraan kami, kami melanjutkan perjalanan menuju makam Hargo Jali dengan jalan kaki. Karena tak lagi memungkinkan untuk menggunakan kendaraan. Keringat bercucuran men, tangga yang harus kita lalui sangat panjang, licin dan terjal. Untuk orang yang sudah lama tidak ngalas sangatlah berat. Setelah sampai di dasar, kami tidak menemukan makam Hargo Jali, kami hanya menemukan sebuah masjid yang sedang dipenuhi peserta outbond. Jadi di sini kami hanya menikmati keindahan alam yang disuguhkan di sekitar lokasi makam Hargo Jali. Setelah puas, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Sumber Manik.Untuk menuju parkiran ternyata membutuhkan energi yang ekstra ketimbang turun dari parkiran. Kepala sempat pusing dan berat. Namun hujan mulai turun dan membuat kami bergegas meninggalkan Hargo Jali dan melanjutkan ke Air Terjun Sumber Manik.



Setelah 30 menit bertolak dari Hargo Jali akhirnya kami menemukan spanduk yang bertuliskan Air Terjun Sumber Manik. Kemudian kami berhenti, ternyata di dekat spanduk tersebut terdapat petunjuk arah menuju Air Terjun tersebut. Tanpa pikir panjang, kami langsung ikuti petunjuk arah tersebut. Kurang lebih 20 menit dari petunjuk arah tersebut akhirnya kami sampai di parkiran Air Terjun. Jalan menuju parkiran ini tak kalah beratnya dengan jalan menuju Hargo Jali tadi, karena memang masih full makadam dan licin jika terguyur hujan.

Setelah sampai di parkiran, kami tak langsung melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun. Namun kami memutuskan untuk istirahat sejenak di penjual es yang berada di parkiran untuk melepas dahaga dan lelah kami dengan segelas es teh dan secangkir kopi untuk Kusen. Dari hasil percakapan kami dengan penjual es tersebut, Air Terjun masih terletak kurang lebih 1-2 km dari parkiran. Itu artinya kita harus berjalan sejauh itu untuk menuju Air Terjun. Pantang pulang sebelum perang, pantang kering sebelum basah (peribahasa mana coba). Setelah sempat ragu mau lanjut atau tidak, akhirnya kami tetap lanjut menuju air terjun setelah kami rasa dahaga dan lelah sudah berkurang.

Sesuai dugaan, jalan yang harus kami lalui  mudah, kami harus berjalan ditengah sawah yang naik turun. Sesaat kami berhenti karena kelelahan. Namun setelah berjalan kurang lebih 30 menit akhirnya kami sampai di air terjun. Segala lelah dan dahaga mendadak sirna setelah kami melihat begitu alaminya air terjun ini. Walaupun tak setinggi Sedudo yang merupakan ikon wisata Nganjuk. Rasa lelah kami terobati setelah terguyur air terjun Sumber Manik dan mandi di bawahnya.








Setelah kami rasa cukup mandi dan foto2nya, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke atas karena arus sungai sudah mulai deras dan hujan sudah menunjukkan kedatangannya. Lelah dan penasaran kami terobati sudah dengan sajian alam yang begitu alami di pejalanan dan di lokasi Air Terjun. Selamat mencoba!

Kamis, 19 November 2015

Harapan dalam Diam di Penghujung 2015

Tak terasa tahun 2015 berakhir begitu cepat. Kulihat kalender sudah menunjukkan bulan ke 11. Tepat 3 hari yang lalupun usiaku genap 23 tahun. Seiring bertambahnya usia dan akan berakhirnya tahun ini memaksaku untuk berdiri di depan cermin, melihat perubahan apa yang terjadi pada diriku. Melihat dengan cermin yang sebenarnya apa yang sudah kulakukan selama 23 tahun. Perubahan positif apa yang sudah kuperbuat. Manfaat apa yang sudah kuberikan kepada orang lain.

Sabtu, 07 November 2015

Jones is?

Sebagai seorang blogger, jones merupakan predikat yang tak terelakkan. Bagaimana tidak, selain bekerja di rumah, urusan-urusan kecil yang biasanya dilakukan di luar rumah hanya dilakukan di kamar. Seperti beli pulsa saja dilakukan via ibanking, beli makanan via delivery, beli pakaian via olshop dan hal kecil lainnya yang dilakukan melalui genggaman gadget atau laptop yang semua itu hanya dilakukan di dalam rumah (baca: kamar).
Perkembangan teknologi selain memberikan manfaat positif, juga mau tak mau membawa dampak negatif yang tak kalah banyak. Jones merupakan akibat dari perkembangan teknologi yang saya titik beratkan. Karena gara2 teknologi, interaksi langsung antar manusia menjadi berkurang. Dan inilah yang membuat jones bertambah. Bagaimana tidak, jika cinta timbul dari tatapan mata, karena adanya teknologi yang terjadi hanyalah tatapan monitor.

Sabtu, 26 September 2015

VPS Terbaik untuk AGC dengan Harga Termurah

Tak ada inspirasi untuk basa-basi di postingan ini, langsung saja saya mau share VPS yang ane gunakan untuk keperluan website AGCku. Untuk AGC kupercayakan pada Virpus. Ya, Virpus menurutku lebih tangguh dan stabil dari VPS lain yang pernah kucoba sebelumnya. Sudah 6 bulan lebih tak ada gangguan dan masalah yang berarti selama menggunakan Virpus. Bagi sobat yang mencari VPS Terbaik untuk AGC dengan Harga Termurah, Virpus bisa menjadi solusinya. Sudah gitu saja ya. Ane cuma pake VPS dengan RAM 1 GB HDD 30 GB 4 CORE BANDWITH 3 TB dengan harga bulanan $7. VPS tersebut sudah kuat menopang trafik hingga 50K/day. Silahkan dibuktikan di sini.

Minggu, 26 Juli 2015

Segelintir Lamunan akan Sebuah Asa yang Mulai Pudar

Mimpiku untuk menjadi pengangguran udah tercapai. Duduk diam dirumah pun aku masih bisa makan. Apa yang dulu tak bisa kubeli sekarang bisa kubeli. Apa yang dulu orang tua minta yang belum bisa kukasih sekarang bisa kuberikan. Seolah aku sudah bisa meraih mimpi-mimpiku dulu. Secara dhohir mungkin orang menilai aku orang sukses, aku masih muda bisa beli ini beli itu. Tapi semua itu salah, di tengah kondisiku seperti ini, aku merasa ada yang kurang dalam hidupku. Hidupku begitu sepi, begitu hampa. Nganggur yang kuidam-idamkan tak sesuai harapan. Aku dulu berfikir kalo nganggur bisa tiap hari hangout, bisa jalan kemana2. Ternyata itu salah, ketika aku nganggur temen2 pada kerja, jadinya ya tetap sendiri. Ga ada temen jalan, ngopi atau sekedar ngobrol. Hanya ada teman yang itu-itu saja tiap hari, itupun hanya bergumul di dunia maya.

Aku manusia biasa, aku butuh manusia lainnya. Aku butuh interaksi. Tapi apalah daya, sifat introvet lebih dominan dalam diriku. Aku tak tahu apa ini rasa malu yang berlebihan atau apa. Aku malu melangkahkan kaki keluar rumah. Malu bertegur sapa dengan orang sekitarku. Aku merasa tak pantas berada di sekitar mereka. Jikapun aku memaksakan bergumul yang terjadi hanyalah obrolan canggung yang jauh dengan keakraban. Ntah, sampai saat ini aku hanya bisa mengurung diri dalam kamar. Bergumul dengan laptop dan gadget. Tapi bukan ini yang aku inginkan. Aku butuh bersosial. Bukan bersosial media. Aku butuh ngobrol dengan manusia, bukan dengan perantara aplikasi. Ah sudahlah. Keinginanku tak sebanding dengan keberanianku menampakkan wajah pada orang di sekitarku. Payah!

~~**** khairunnas anfa'uhum linnas ****~~

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Sampai detik ini aku tak bisa memberi apapun pada lingkunganku. Payah, mungkin orang sepertiku tak pantas lagi untuk hidup. Mungkin orang sepertiku lebih pantas untuk diasingkan atau dibuang karena tak bisa memberi manfaat apapun. Tapi dalam hati kecilku, aku ingin bisa memberi manfaat kepada orang sekitarku, walaupun hanya sedikit. Tapi aku tak tahu bagaimana bisa memulai langkah itu. Aku terlalu kerdil, aku terlalu penakut untuk melangkah sendiri. Payah!

~~**** segelintir lamunan ****~~

Dalam lamunanku, dalam bayangan akan sebuah mimpi. Aku ingin berhijrah ke suatu tempat dimana aku bisa memulai hidup baru. Bisa memberikan manfaat pada lingkunganku yang baru. Bisa bergumul dengan manusia lain. Bisa hidup berdampingan. Ah, lamunan ini terlalu jauh. Apa bisa. Aku hanya orang kerdil yang keluar di teras rumahpun malu, apalagi hijrah di tempat asing. Payah! Sungguh payah diriku ini. Mungkin lamunanku terlalu jauh, tapi aku tetap berharap di lubuk hati yang terdalam lamunan ini bisa terwujud hingga aku bisa bermanfaat untuk orang lain.


Selasa, 23 Juni 2015

Lowongan Penulis Humor Satir

Melanjutkan posting sebelumnya dimana saya butuh penulis untuk topik travel, hari ini saya butuh lagi penulis untuk jadi author di webku. Tepatnya untuk topik "humor satir". Kalau belum tahu apa itu humor satir ga usah apply ya. Oke berikut persyaratannya:

1. WNI
2. Punya Internet
3. Umur berapapun
4. Lulusan manapun
5. Punya sense of humor

Aku pengen penulis yang mampu menulis isu2 terhangat dengan gaya humor satir. Jika kamu punya bakat di situ. Ajukan CV mu ke email: ithoib@gmail.com. Sertakan 1 artikel humor satir mu sebagai bahan pertimbangan. Sertakan juga berapa yang harus kubayar per artikel yang kamu tulis.

Tak tunggu di inbox gmail yah.

Thanks,

Kamis, 11 Juni 2015

Aku Merindukanmu

Kesendirian ini sudah terlalu larut
Aku sampai tak biasa di keramain
Aku merindukanmu
Canda tawamu
Senyummu
Kapankah aku bisa
Bisa berjalan beriringan
Bisa berlari berkejaran
Bisa tertidur memimpikanmu
Kapan?
Sebuah pertanyaan yang begitu menyayat
yang tak tahu apa yang harus kuucap
Rindu
Aku merindukanmu
Wahai cinta yang masih belum kutahu

Jumat, 05 Juni 2015

Sebuah Mimpi yang Baru Saja Mulai Menampakkan Kenyataannya

Masih teringat jelas. Saat itu aku duduk di kelas X SMK. Aku teringat saat membuat akun gmail pertama kali dimana sebelumnya aku hanya mengenal yahoo sebagai provider layanan email gratis. Aku sangat senang, walaupun hanya bisa membuat email. Sontak langsung kupamerkan pada sahabatku, yang memang dari SMK sampai detik ini adalah tempat dimana aku pamer. Kebiasaan pamerku dari dulu tidak pernah hilang sampai saat ini. Bukan untuk dipuji atau untuk menunjukkan eksistensi, dari lubuk hatiku yang terdalam aku hanya ingin menarik perhatian temanku agar dia bisa bersaing denganku.

Berawal dari email, aku mulai berselancar dengan Mozilla Firefox yang baru kukenal di waktu SMK. Rasa ingin tahuku akan dunia maya sangat besar. Aku mencari secuil demi secuil hal-hal yang tidak kuketahui dari internet. Sampai akhirnya aku mengenal yang namanya blogspot. Setiap hari kucari sedikit demi sedikit informasi tentang blogger sampai akhirnya aku bisa membuat blog. Dan seperti biasa aku selalu memamerkan hal ini pada sahabatku itu.

Tak berhenti di situ, penasaranku terhadap dunia maya kian bergejolak ketika sepulang dari Prakerin temanku bercerita kita bisa mendapatkan uang dari internet hanya bermodalkan email dan mouse. Rasa penasaran itu semakin besar, seperti biasa aku mencari tahu hal itu di internet. Dan akhirnya aku tahu kalo bisnis itu adalah "PTC". Dimana kita dibayar dengan mengeklik iklan dan menunggunya sampai waktu yang ditentukan oleh pihak PTC tersebut. Nila perkliknya sangat kecil, saat itu $0,00001 per kliknya. Seperti biasa, lagi-lagi aku memamerkan hal itu pada sahabatku itu. Dan lagi-lagi dia juga tertarik.

Setelah mengenal "PTC" yang hanya memberikan dahaga padaku, aku mengenal yang namanya MLM. Tak tahu aku tahu dari mana, yang kuingat aku mendapatkan informasi mengenai MLM setelah aku mengeklik iklan di blog yang sedang kubaca. Sebatas pemahamanku, yang kuketahui tentang MLM adalah dimana kita harus membayar sejumlah uang untuk menjadi anggota MLM tersebut, setelah itu tugas kita adalah mencari member baru untuk menjadi downline kita. Dimana kita akan mendapatkan komisi dari uang yang digunakan untuk membayar biaya pendaftaran downline kite. Begitu seterusnya. Aku langsung memberitahukn informasi ini pada sahabatku itu, karena aku optimis kalo kita akan berhasil di bisnis MLM ini. Karena pada dasarnya semua member dijanjikan downline oleh sistem.

Kisah Konyol Dimulai

Aku dan sahabatku itu bertekad untuk bergabung menjadi member MLM tersebut, aku lupa apa namanya. Karena kami tidak punya rekening, langkah awal untuk bisa membayar dan menerima komisi adalah memiliki rekening bank. Kami mulai mencari informasi bagaimana prosedur pembukaan rekening. Dan akhirnya kami mendapatkan informasi kalo kita butuh setidaknya 250rb untuk setoran awal pembukaan rekening. Langkah kami sempat terhenti karena kami tidak tahu bagaimana mendapatkan uang sebanyak itu. Uang saku 5 bulan pun tak cukup untuk membuka rekening itu. Karena uang saku kami yang notabene orang desa sangatlah kecil kala itu. Akhirnya terfikir di benak kami untuk menjual apa yang kita miliki. Memang sales letter MLM kala itu sangat menarik sekali untuk para pemula bisnis online yang ingin mendapatkan uang dengan instan. Sehingga banyak dari member yang rela menjual sesuatu yang dimiliki agar bisa bergabung menjadi member MLM itu.

Yang kumiliki saat itu hanyalah buku bekas SMP ku. Sedangkan yang kuingat yang dimiliki sahabatku itu adalah Ayam Jago. Akhirnya kami menjual barang itu. Setelah kami gabungkan uang itu kami berharap bisa menjadi setoran awal untuk membuka rekening. Namun Allah menyelamatkan kami, ternyata usia kami saat itu belum bisa untuk membuka rekening bank. Akhirnya kami memutuskan jika setelah lulus kami baru bisa gabung menjadi member MLM tersebut. Dimana tinggal setahun lagi.

Setelah duduk di kelas XII, penasaranku terhadap bisnis online tak musnah begitu saja. Karena aku belum mendapatkan uang sepeserpun dari bisnis online. Akhirnya di kelas XII itu aku mengenal yang namanya google adsense. Aku mulai mencari info bagaimana aku bisa mendapatkan uang dari google adsense. Sebatas pemahamanku waktu itu, kita harus punya blog sebagai sarana untuk menampilkan iklan google adsense. Seperti biasa aku memberitahukan informasi ini kepada sahabatku itu, akhirnya kita sepakat untuk bersama-sama membangun blog untuk google adsense. Karena kami tidak mempunyai komputer dan koneksi internet di rumah, warnet adalah satu-satunya tempat dimana kami bisa memulai perjalanan gila itu. Kami kumpulkan uang saku kita berdua untuk membayar paket malam di "AGP Net" (warnet di dekat sekolah). Dimana kami hanya perlu membayar Rp 5000 untuk 5 jam sewa internet. Namun paket itu berlaku hanya setelah pukul 00.00. Dengan sepeda mini aku berangkat dari rumah untuk menculik sahabatku dari pondok untuk pergi ke warnet tersebut.

Jam sudah menunjukkan pukul 5.00 pagi dan tanpa kusadari mataku mulai berat untuk dibuka dan sahabatku itu sudah tertidur di warnet. Dan blog inilah (https://campuraduks.wordpress.com) yang kami buat selama 5 jam di warnet.

Singkat cerita kami lulus. Dan kebetulan kami termasuk dari beberapa lulusan SMK di kelasku yang masih stay di Nganjuk. Aku jaga warnet dan sahabatku ini menjadi apa ya, pokoknya orang penting di pondok. Di warnet aku mulai mengerti banyak hal dan seperti biasa aku selalu pamer padanya jika menemukan hal baru walaupun belum tentu yang kupamerkan bisa menjadi uang. Namun sahabatku ini selalu menanggapi apa yang kupamerkan, jadi aku tidak berhenti untuk pamer padanya.

Terus Menerus Bereksperimen

Aku skip beberapa kisahku dengan sahabatku itu yang ga cukup kalo kutulis semuanya. Singkat cerita aku mulai mengenal AGC. Dan inilah jalanku. Aku mulai belajar sedikit demi sedikit AGC sampai aku akhirnya bisa membuat script AGC yang sangat simpel. Tapi kali ini aku tidak langsung pamer padanya. Aku menguji script yang kubuat, dan it's work. I get real money from AGC. Setelah perjalanan panjang di dunia maya ini, akhirnya aku menemukan apa itu arti passion dan apa passionku. Walaupun aku pemula di dunia AGC. Tapi aku yakin AGC adalah passionku.

Setelah memang benar-benar menghasilkan, seperti biasa aku tak ingin berjalan sendiri dan meninggalkan temanku. Kupamerkan earningku yang sedikit pada sahabatku untuk mempengaruhinya agar mencoba AGC buatanku yang udah tested. Dan hari ini aku ikut senang, akhirnya sahabatku bisa merasakan earning yang menurutku sangat besar bahkan melampaui earningku dari AGC. Good job bro!

Di dalam hatiku yang terdalam, aku sangat yakin bahwa rejeki sudah diatur. Berbagi tidak akan membuat rejekiku berkurang. I extremely believe that!

Kamis, 28 Mei 2015

Sebuah Pilihan Penentu Asa

Nganjuk, 00:13 WIB.

Saat ini aku lagi bingung.
Aku ini bukan orang baik.
Apa aku pantas mendapatkan orang baik?
Kuserahkan semua padaMu sang Maha Pembolak Balik Hati.
Yang terbaik menurutku kadang bukan terbaik menurutMu.
Yang terburuk menurutku kadang yang terbaik menurutMu.

Pandangan mataku bisa saja salah
Rasa hatiku bisa saja salah
Tapi pilihanMu tidak akan pernah salah
Karena Kau Sang Maha Benar

Aku tak pandai bersajak
Aku tak pandai berpuisi
Sudah biar saja kuberanjak
Dari tulisan yang layak basi


Udah gitu aja.
#end