Senin, 09 Desember 2024

Apache Superset : Drag n Drop Data Visualization

Visualisasi data menjadi bagian yang sangat penting dalam data science. Data akan lebih mudah dipahami dan dicerna apabila disajikan dalam bentuk grafis visual. Kita dapat membuat visualisasi data dengan bantuan bahasa pemrograman yang kita kuasasi. Seperti python dengan matplotlib nya. Chart.js apabila membangun aplikasi berbasis web. Dan masih banyak lagi. Tinggal kemampuan kita ada di bahasa pemrograman apa. Jika kita tidak begitu menguasai pemrograman atau sedang malas coding, kita bisa menggunakan tools data visualization yang jamak digunakan seperti Tableau dan PowerBI atau Ms. Excel juga sudah bisa. Namun ketiganya merupakan software Closed Source yang mana untuk menggunakannya kita perlu merogoh kocek terlebih dahulu untuk berlangganan.

Apache Superset menjadi solusi untuk kita pecinta open source (gratisan). Apache superset hadir dengan fitur yang sudah cukup komplit untuk keperluan visualisasi data. Banyak chart yang tersedia. Banyak DBMS yang didukung, dan masih banyak fitur yang lainnya. Saya jadi kesengsem dengan Apache Superset ini. Dengan sedikit kemampuan SQL Query, saya rasa sudah cukup untuk menggunakan Apache Superset ini. Jika kamu sedang fokus di data warehouse, data mining, dan yang lainnya, Apache Superset bisa menjadi solusi untuk visualisasi data. Sudah banyak tutorial di Youtube untuk menginstall dan menggunakannya. Silahkan dicari sendiri ya!!! 

Kamis, 28 Desember 2023

Tulisan Pertama Pada Penghujung Tahun 2023 : Sebuah Renungan & Resolusi

 Judulnya bombastis sekali. Padahal hanya ingin nulis hal biasa aja. Biar di deretan arsip muncul tahun 2023. Biar kelihatan seolah-olah aktif nulis dari tahun 2010 hingga 2023, padahal di tahun 2023 tidak sempat nulis di blog ini sama sekali. Sudah mungkin tulisan ini isinya hanya seperti ini saja. Terus terang saya bingung ingin menulis apa. Jika judulnya ada tentang renungan, mungkin yang perlu saya renungkan adalah kondisi kesehatan. Jadi teringat di podcastnya Raditya Dika, kita akan merasa tua jika ketika pup kita kecapekan. Nah itu yang sedang saya alami. Semoga tahun depan saya bisa menjaga pola makan, pola kerja dan pola istirahat agar seimbang dan kesehatan menjadi semakin baik. Setidaknya tidak merasa tua seperti yang dikatakan Radit.

Kamis, 03 Maret 2022

Cara Mengatasi Website Susah Ke-Index



Beberapa waktu yang lalu saya membuat website dengan domain fresh, yang mana umur domain adalah 0 dan tidak mempunyai backlink apapun. Sebelumnya saya build website dengan domain fresh indexnya lancar-lancar saja. Cukup submit google search console & submit sitemap, keesokan harinya sudah keindex. Namun hal lain terjadi dengan 2 domain saya. Sudah lebih dari seminggu submit search console dan submit sitemap, index tak kunjung datang juga. Hanya ada 1 index di google, itupun meta title & descriptionnya adalah meta title & description domain parking. Yang mana bukan hasil dari isi website saya.

Karena tak kunjung ngindex, akhirnya saya melakukan beberapa hal. Berikut rangkumannya:

FETCH URL 

Saya mencoba fetch beberapa url website saya dengan harapan bisa cepat index. Karena biasanya setelah di fetch, beberapa menit/jam atau paling lambat keesokan harinya sudah ngindex. Ternyata cara ini gagal juga, website tetap tidak mau ngindex.

PING SITEMAP

Semua sitemap yang ada saya ping manual. Kemudian saya tunggu beberapa hari, dan ternyata tidak ngindex juga. Kemudian saya coba ping otomatis menggunakan tool buatan om Yoyon Sugiono di tools.panduan.vip, setelah beberapa hari ternyata tidak ngindex juga.

IFTTT

Selanjutnya, karena website masih belum terindex, akhirnya saya coba koneksikan RSS website saya dengan beberapa platform social media menggunakan IFTTT. Cara ini biasa saya gunakan untuk membangun social signal website yang saya buat. Dengan IFTTT, kebutuhan posting di fanpage, twitter & beberapa sosial media bisa terakomodir hanya dengan menghubungkan RSS ke social media milik kita. Setelah beberapa hari ternyata cara ini tidak membuat website terindeks juga.

PASANG BACKLINK

Cara terakhir yang saya lakukan adalah membuat backlink ke website yang baru saya buat ini. Backlink berasal dari beberapa situs saya yang sudah memiliki pengunjung dan jatah crawl yang baik dari google. Ternyata cara ini ampuh, malamnya index website yang 1 tadi sudah berubah. Setidaknya meta title & description bukan lagi dari dari domain parking, tapi sudah sesuai dengan meta title & description yang saya buat. Keesokan harinya index saya cek lagi, ternyata sudah nambah jadi 25 biji. Alhamdulillah...
Saya tidak tahu dari ke 4 cara di atas, mana yang menyebabkan website bisa terindeks. Kalo asumsi saya adalah karena backlink yang saya pasang di website saya yang lain yang sudah ada pengunjungnya. Ini hanya asumsi saya, silahkan dibuktikan sendiri. Mungkin sudah berbeda jika Anda praktekkan sendiri. Selamat mencoba
 


Sabtu, 26 Februari 2022

Ketidak-efisien-an Caching Dalam Bentuk File

Dua tahun terakhir ini lagi sering membuat website menggunakan public dataset. Dimana public dataset tersebut berisi setidaknya ratusan ribu baris bahkan ada yang sampai 5jt baris data. Awalnya saya menggunakan sqlite sebagai media penyimpanan, karena data nya tidak relasional dan tidak ada aktifitas penambahan data, perubahan data atau pengurangan data. Hanya aktifitas select saja, tapi ternyata sqlite bukan lah database yang cocok untuk handling data dengan jumlah besar. Dari namanya saja sudah lite. Biasanya hanya dipakai pada aplikasi-aplikasi statis dengan cakupan data yang tidak banyak. 

Akhirnya saya berpindah lagi ke mysql. Ternyata lagi2 mysql butuh resource yang lumayan jika di dalamnya terdapat data dengan jumlah yang banyak dan request bersamaan. Memori yang digunakan cukup besar dan ketika pengunjung website sudah banyak / saat mesin pencari melakukan crawl pada situs yang saya buat, performanya jadi turun. Loading website jadi lambat, dan ini tidak bagus untuk SEO. Yang mana saat ini page speed adalah salah satu ranking factor di SERP.

Berangkat dari problem tersebut akhirnya saya menggunakan sphinx-search sebagai engine pelengkap mysql. Request data tidak lagi ke mysql, namun ke sphinx-search, dimana performa seleksi data menjadi lebih cepat dan penggunaan memori yang tidak lagi tinggi. Sangat stabil dengan jumlah data yang besar. Keunggulan yang luar biasa yang dimiliki sphinx adalah fitur full text search engine, dimana engine ini sangat cepat dibanding fitur full text search bawaan mysql. 

Tidak berhenti dari situ saja, karena data saya bersifat statis dan tidak ada penambahan. Saya mengkombinasikan sphinx search dengan caching file. Dimana setiap request akan di cache ke dalam file. Jadi jika kedepan ada request yang sama, tidak perlu akses lagi ke sphinx, tinggal panggil data yang tersimpan di dalam file. Dengan kombinasi optimasi ini, website lancar jaya tidak ada problem apapun. Sampai suatu ketika terjadi pembengkakan jumlah file cache. Ketika umur website semakin lama dan banyak request data, tentunya jumlah file cache juga semakin banyak. Akhirnya penggunaan disk juga meningkat.

Sebenarnya tidak masalah dengan ukuran data nya, karena sampai saat ini kapasitas hardisk server saya baru digunakan 30% saja. Masih ada sekitar 2TB yang kosong. Namun masalahnya adalah jumlah inodes ternyata yang dibatasi, sehingga tidak bisa create file lagi. Jadi banyak sekali error_log yang tersimpan yang melaporkan not enough disk space. Padahal space masih besar, ternyata inodes nya sudah full.

Karena hal itu, akhirnya banyak halaman web yang tidak bisa dibuka dan menampilkan pesan error 500. Tentunya sangat berdampak di perfoma google search console, terdapat banyak sekali laporan website error 500, yang mana jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan ranking web drop. Karena bingung solusinya apa, akhirnya saya kosongkan saja folder cache untuk sementara waktu dan menghentikan aktifitas caching ke dalam bentuk file. Karena ternyata tidak efisien, saat ini hanya mengandalkan performa sphinx-search, semoga ke depan tidak ada problem dan bisa menemukan solusi caching yang tepat.


Rabu, 05 Januari 2022

BR89Q 4B9GB 9DPFD M2PY3 R3F83

Apa yang Anda fikirkan dengan judul postingan ini? Generasi sekarang mungkin tidak akan paham apa itu. Namun bagi kita generasi 2007 an yang belajar install windows XP pasti sangat familiar dengan kode di atas. Yah kod di atas adalah product key yang sering saya gunakan ketika install windows xp pada masa kejayaannya. Itu adalah product key yang diberikan dari guru TKJ saya yang sampe saat ini masih tertulis jelas dalam ingatan saya. Karena kode itu sering saya gunakan ketika install windows xp pada komputer low end jaman dulu, sebelum windows 7 datang dan pc low end mulai ditinggalkan. Sudah 15 tahun berlalu namun tidak akan pernah terlupakan. Terima kasih pak Supriono yang telah mengajari saya merakit komputer dan install windows xp.

Minggu, 22 Agustus 2021

Konversi SQLite3 ke MySQL

 Import dari CSV dalam ukuran besar ke mysql sering kali gagal. Gak tau kurang hoki atau gimana, udah coba pake shell atau tool desktop based lain sering gagalnya. Kalo data ukuran masih di MB mungkin bisa. Ini datanya GB an ukurannya. Jadi perlu sedikit akal untuk melakukannya. Nah dari CSV ku ubah dulu ke SQLite pake DB browser for SQLite yang bisa dicari di google, gratis. Import 2jt - 4jt row cepet banget. Nah dari SQLite ini baru ku ubah jadi SQL.

Muter muter ke google, ketemu library python yang sangat berfaedah. Bisa dicek di sini: https://pypi.org/project/sqlite3-to-mysql/

Tinggal install library itu dengan perintah:

pip install sqlite3-to-mysql

Tentunya pastikan udah ada python di komputer kamu ya, caranya cari di google bejibun banget. Setelah keinstall library tersebut, tinggal deh jalanin di command promt. Pastikan kamu udah masuk ke direktori dimana file sqlite mu berada ya:

sqlite3mysql -f sqlite.db -d dbname -u user -p -q 

Artinya:

sqlite3mysql : perintah dasarnya

-f sqlite.db : ubah sqlite.db dengan nama file sqlite mu

-d dbname :  ubah dengan nama database mysql mu

-u user : ubah dengan nama user mysql mu

-p : nanti keluar promt buat masukin pasword mu

-q : silent


Tekan enter dan masukin password mysqlmu, selesai.

Menambahkan ID Auto Increment pada Tabel MySQL yang Sudah Ada

Akhir-akhir ini lagi seneng-senengnya bikin website dari Big Data, sebenernya gak Big Big juga, tapi row nya minimal 500rb lah. Nah data tersebut biasanya kuperoleh dari situs yang emang share data nya buat penelitian atau grab dari website besar. Masalahnya umumnya data yang dishare publik biasanya berbentuk json, csv atau xml. Butuh sedikit skill buat ngubah jadi database biar bisa dibuat website. Bisa juga sih buat website langsung pake json, csv atau xml, tapi ribet dan kurang efisien. Mau gak mau harus convert ke sql. Untuk convert ke sql dari json, csv atau xml akan saya bahas di post lain ya. Di post ini mau fokus share nambahin id pada tabel sebuah database yang sudah ada. Karena dari sononya gak ada id nya, sedangkan saya butuh banget id, karena engine yang saya pake mewajibkannya.

Tanpa babibu, langsung aja ya ini syntax SQL nya, bisa di paste di tool sql query kesukaan kalian (phpmyadmin, adminer, workbench, heidisql) atau mau di paste di shell mysql langsung juga bisa.

ALTER TABLE table_name ADD id INT NOT NULL AUTO_INCREMENT PRIMARY KEY FIRST;

Keterangan:

ALTER TABLE : perintah untuk mengubah/memodifikasi struktur tabel mysql

table_name : ganti dengan nama tabel yang mau diubah

ADD : perintah menambahkan field

id : nama fieldnya, saya pake name id, bisa diganti sesuka kamu

INT : tipe data integer

NOT NULL : tidak boleh kosong

AUTO_INCREMENT : perintah yang digunakan untuk membuat 'id' jadi auto increment

PRIMARY KEY : untuk membuat id nya jadi primary key

FIRST : meletakkan field 'id' di urutan paling awal dari field lainnya yang sudah ada di dalam tabel

 


Gambar proses altering table nya

Senin, 10 Februari 2020

Cara Install PHP 7.3 di Centos 6

Tanpa fafifu, berikut cara install php 7.3 pada Centos 6. Postingan ini saya buat sebagai pengingat saya ketika lupa. Langsung paste saja syntax berikut di ssh.

wget https://dl.fedoraproject.org/pub/epel/epel-release-latest-6.noarch.rpm
wget http://rpms.remirepo.net/enterprise/remi-release-6.rpm
rpm -Uvh remi-release-6.rpm epel-release-latest-6.noarch.rpm
yum install yum-utils -y
yum-config-manager --enable remi-php73
yum update -y
yum install php php-xml php-mbstring php-xmlrpc php-mcrypt php-cli php-gd php-curl php-mysql php-ldap php-zip php-fileinfo -y


Setelah itu, cek versi php nya dengan syntax berikut

php -v

Hasilnya harus seperti ini



Jika tidak seperti di atas, berarti belum berhasil. Coba lagi! Sekian.

Jumat, 10 Januari 2020

Mengembalikan Akses User 'root' MySQL yang Tidak Sengaja Terhapus

Kemarin (09/01/2020) merupakan hari yang lumayan apes. Pagi hari di awali dengan ketidaksengajaan menghapus folder dari sebuah domain, yang mana domain tersebut masih hidup dan mempunyai visitor yang lumayan. Ya, kemarin agendanya adalah bersih-bersih server. Saya skedulkan untuk menghapus folder-folder dari domain-domain yang deindex. Dilanjutkan dengan bersih-bersih database yang sudah tidak terpakai beserta user-nya. Namun sungguh na'as folder domain yang hidup ikut terhapus. Tidak berhenti di situ, fatalnya saya juga menghapus user root di MySQL saya. Kepala langsung pening, karena tidak bisa login dengan full privileges MySQL baik melalui SSH maupun melalui phpMyAdmin. Yang mana salah satu efeknya tidak bisa membuat dan menghapus database.

Nah, itu adalah dua ke-apesan kemarin yang terkait dengan server. Keapesan selanjutnya adalah hp saya, iphone 5s, yang baterainya drop, jadi mati total. Hal ini terjadi lantaran ulah saya ingin mengganti baterai sendiri beserta housing-nya. Baru saja kubelikan baterai baru, housing baru dan kabel cas baru. Namun semuanya kini sia-sia, percuma... HP yang sudah menemani selama 3 tahun harus kurelakan.

Namun, inti dari posting hari ini bukanlah tentang hp itu. Hari ini saya mau berbagi pengalaman saya mengembalikan akses root MySQL saya, karena ini merupakan hal paling vital yang harus saya solve dibanding hp saya. Berikut adalah spesifikasi perangkat lunak yang saya gunakan.

Sistem Operasi: Centos 6 64bit
MySQL versi 5.5.62

Berikut langkah-langkah ngembalikan akses root nya. Ini saya temukan setelah menjelajah di google.
1. Login ke SSH server kalian
2. Ketikkan perintah 'mysql_secure_installation' lalu enter


3. Tinggal atur ulang passwordnya, ketik 'Y' dst sampai selesai.
4. Sudah, kalian bisa kembali login dengan user root sesuai password yang kalian buat.

Rabu, 21 Agustus 2019

Sebuah Titik Pemberhentian Pertama


Malam itu hatiku benar-benar berdebar-debar seperti gendang yang ditabuh sekeras-kerasnya. Seperti ketika kita berada di depan sound system dengan volume 100%. Jantung seakan-akan berdenyut lebih cepat dari biasanya. Malam itu aku merasakan yang namanya gejolak hati yang luar biasa. Tubuh ini secara otomatis guling ke kanan dan ke kiri tanpa henti, seakan tidak ada posisi yang pas untuk tidur. Mata inipun yang biasanya menunjukkan cahaya redupnya menjadi berbinar-binar, aku tak kuasa memadamkannya. Ya begitulah rasa yang tak bisa kudeskripsikan lagi, sesaat ketika mengirimkan 'draft pesan yang sudah kuketik dan kuhapus lagi, kemudian kuketik lagi' kepadamu.

Akhirnya kubiarkan mata ini terbuka hingga sang fajar menunjukkan cahayanya. Paginya aku merasakan sesuatu yang berbeda dalam tubuh ini. Biasanya jika semalaman tidak tidur, tubuh akan merasa lelah. Namun berbeda pada hari itu, aku tidak merasakan kelelahan sama sekali. Apa iya sebegitu dahsyatnya dampak dari malam itu, sehingga mampu memberikan nutrisi pada tubuh yang seharusnya sudah lelah?

Ahh,,,, hari itu adalah hari yang begitu luar biasa, dimana aku merasa lega. Seperti orang yang menjatuhkan tas carier ketika sampai di tempat istirahat yang pas saat mendaki sebuah gunung. Seperti orang yang meneguk air ketika berbuka puasa. Rasa lega yang mungkin tidak bisa dideskripsikan lagi. Benar-benar luar biasa.

Namun, meskipun hari itu aku merasa segar,tak bisa dipungkiri pikiran ini melayang kemana-mana. Menerka-nerka segala dampak yang akan terjadi setelah dua centang biru malam itu. Kebiasaan seorang coder yang otaknya dipenuhi if-else. Kemungkinan yang akan terjadi besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, bahkan 10 tahun yang akan datang pun sudah berada dalam angan-angan. Akibatnya hari itu kulalui dengan lamunan di sudut ruang kerja. Awalnya aku berada di depan komputer seperti biasanya, namun pikiranku tidak bisa fokus bekerja, sehingga aku beranjak ke bean-bag di pojokan dan merebahkan kepalaku di atasnya. Ku tutup pintu ruangan agar orang lain tak bisa melihat aku guling-guling aneh dan senyum-senyum sendiri di pojokan.

Hari demi hari berikutnya kulalui dengan pikiran, perasaan dan gelisah yang sama. Pikiran negatif dan positif bercampur aduk. Jika iya nanti seperti apa, jika tidak nanti nasibku bagaimana? Pertanyaan-pertanyaan itu selalu muncul dalam benak. Hingga akhirnya tiba pada hari itu.

Aku menyebut hari itu sebagai titik pemberhentian pertama, titik dimana aku memutuskan untuk berhenti melakukan pencarian. Jawaban yang kudapat pada tangal 20 Juni 2019 pukul 20:21 itu membuatku berhenti. Rasa syukur teramat dalam kupanjatkan kepadaNya yang menghadiahkan jawabah yang bisa membuatku cengar-cengir tanpa henti malam itu. Hal yang mungkin sudah lama tidak kurasakan.

Selasa, 30 April 2019

Selamat Datang 2019

Tahun 2018 telah berlalu. Dan Alhamdulillah ditutup dengan berhasilnya saya menyelesaikan pendidikan S2 saya. Setelah melewati seminar proposal, seminar hasil dan ujian tesis yang mengerikan, akhirnya saya bisa yudisium di akhir bulan Desember. Alhamdulillah target lulus di tahun 2018 tercapai, meski di penutup tahun 2018.


Awal tahun 2019 diawali dengan wisuda pada akhir bulan Januari. Karena fokus mengerjakan tesis, urusan bisnis kukesampingkan terlebih dahulu. Sehingga pendapatan menurun drastis. Detik-detik menjelang wisuda butuh dana tambahan untuk mendatangkan keluarga dan mengajak mereka keliling Jogja. Iseng - iseng cek email, ternyata domain yang kubeli september 2018 ada yang nawar. Dan Alhamdulillah setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang, akhirnya domainku terjual seharga $2500. Alhamdulillah 'ala kulli hal. Uang hasil jual domain mendarat tepat seminggu sebelum wisuda, sehingga saya tidak bingung lagi akan kebutuhan finansial selama mendatangkan keluarga ke Jogja.






Setelah wisuda, pada awal bulan Februari saya berkemas-kemas membawa barang yang bisa dibawa dari kos untuk pulang. Saat itu saya hanya membawa satu backpack dan satu tas jinjing ukuran sedang, al hasil hanya pakaian dan dokumen penting saja yang saya pulang. Kasur, lemari, meja, dan perabotan berat lainnya kuwariskan kepada teman dan penjaga kos disana. Karena tidak memungkinkan juga untuk saya bawa pulang.

Awal Februari merupakan awal saya mulai tinggal di Nganjuk, tidak bolak balik lagi ke Jogja untuk kuliah. Awal dimana saya menyandang gelar Magister Komputer. Awal dimana saya membawa beban besar di pundak saya untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat. Sejak awal Februari saya memutuskan untuk istirahat dulu dari riwa-riwi ngalor-ngidul dan hanya ingin di rumah dulu. Tawaran mengajar di berbagai kampus masih belum saya tanggapi dengan serius. Saya ingin di rumah, dan menata lagi urusan bisnis yang sempat saya kesampingkan demi bisa LULUS pada tahun 2018. Saya berfikir sebelum menjadi dosen, urusan finansial saya harus sudah beres dari bisnis yang lain, agar saya tidak mengharapkan penghasilan lebih dari menjadi dosen. Saya berharap menjadi dosen bukan menjadi sebuah mata pencaharian melainkan sebagai kewajiban akademis saya untuk ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengabdikan diri kepada masyarakat melalui dunia pendidikan.

Setelah fokus menata bisnis, dan memastikan urusan bisnis mulai berjalan sesuai rule nya. Saya mendapatkan informasi lowongan dosen di kota Nganjuk, tempat kelahiran dan tempat tinggal saya saat ini. Dalam hati berkata, "kok pas banget". Tanpa pikir panjang saya menulis surat lamaran dan mengirimkan lamaran saya. Selang beberapa hari saya di interview, dan hasilnya diterima. Sungguh besar karunia tuhan di awal tahun 2019 ini. Semoga saya benar-benar bisa menjadi dosen yang baik. Lokasi kampus yang dekat dari rumah dan pertimbangan agar selalu dekat dengan orang tua adalah alasan saya tanpa pikir panjang melamar di kampus tersebut. Selain itu, basis kampus tersebut juga pondok pesantren yang menurut saya adalah lingkungan yang bagus untuk saya.


Alhamdulillah di awal kuartal 2019 ini penghasilan juga mulai stabil, setelah sekian lama grafiknya mengalami penurunan. Harapan saya di tahun ini agar saya bisa tetap konsisten menjalankan bisnis saya dan memberdayakan semakin banyak orang sekitar. Selanjutnya saya ingin benar-benar menikmati menjadi dosen tanpa mengharapkan gaji darinya. Dan satu hal lagi, semoga saya segera dipertemukan jodoh di tahun ini dan menikah.

Ya inilah awal tahun 2019 yang penuh berkah, semoga kita semua selalu diberi kesehatan untuk menjalani tahun 2019 ini, menikmati dan mensyukuri segala nikmat yang dianugerahkan kepada kita. Melewati setiap cobaan yang mungkin akan kita hadapi sebentar lagi. Selamat menjalani tahun 2019 dengan penuh optimisme.

Selasa, 02 Januari 2018

Tahun Baru Tanpa Sesuatu yang Baru

Tak terasa sudah 2018. Rasanya 2017 begitu cepat berlalu. Banyak sekali kejadian yang terjadi di tahun 2017 sampai-sampai tak terasa sudah banyak yg terlupakan. Rasanya baru bulan Januari 2017 lalu membuat status 'maret merit' ternyata nggak kesampean di bulan maret 2017 yang lalu. Dan sekarang sudah di bulan Januari 2018. Lantas apa harapan saya di tahun 2018 ini?

Rasanya dalam diri ini sudah dipenuhi dengan kepesimisan. Semangat mengejar karir sudah tidak seperti dulu. Semangat coding juga sudah tidak seperti dulu, walaupun rasanya meriang jika tidak coding dalam sehari saja. Harapan saya semoga di tahun 2018 ini saya bisa menyelesaikan tesis saya dan bisa wisuda sehingga bisa menyandang gelar magister. Ingin segera mengabdikan diri di dunia pendidikan. Semoga dimudahkan, Aaamiiin...

Tak ada yang baru di tahun 2018 ini. Semua terasa sama saja. Tak ada yang berubah, tak ada yang bertambah kecuali berat badan dan masalah. Namun di sini saya tidak akan menguraikan masalah yang saya hadapi. Saya sedang berikhtiar untuk tidak mengeluh kepada siapapun dan berusaha untuk menghadapi setiap masalah sendiri. Pusing memang, tapi sudah biasa.

2-3 tahun silam pernah kutuliskan sebuah resolusi untuk membuat kantor yang bisa menampung banyak orang untuk belajar dan ngeTim. Resolusi itu juga sudah kesebutkan jika telah tercapai di tahun 2016 pada posting sebelumnya. Namun karena saya yang tidak pawai mengelola anggota, tujuan yang semula ingin saya capai, belum tercapai sepenuhnya hingga hampir 2 tahun berjalan.

Perusahaan yang dibangun juga tak kunjung menemukan profit. Tim yang dibentuk juga tidak solid. Semua berjalan terseok-seok. Seolah2 wow namun pada kenyataannya mati segan hiduppun tak mampu. Beberapa anggota mulai menunjukkan kebosanannya pada kondisi stuck ini.

Yah, mau bagaimana lagi. Mobil jika mau berjalan dengan normal harus mempunyai 4 roda. Yang mana roda harus seimbang. Tak boleh ada yang bannya kempes atau bocor. Begitu pula ketika tim ingin berjalan sesuai rencana, harus seimbang peranan dan semangatnya. Jika hanya 1, maka nasibnya akan seperti mobil yang ketiga bannya kempes. Jangankan jalan, didorong pun akan berat.

Lantas, mau diapakan mobil yang bannya kempes itu? Jika ingin terus berjalan maka ban tersebut harus ditambal atau diisi angin. Namun jika tidak, maka museumkanlah mobil itu dan beli mobil yang baru. Seperti juga tim ini, jika tak mampu lagi diperbaiki sudah sepatutnya membentuk tim baru yang mempunyai semangat yang sama. Yang bisa bertahan dalam keadaan sesulit apapun. Namun, sepertinya sudah sangat sulit. Dan saya sudah tidak mempunyai mimpi lagi untuk membuat sebuah tim. Karena polanya akan sama, yaitu bubar.

Well then, di tahun 2018 ini tidak ada ambisi mengejar profit/earning seperti dulu lagi. Karena sudah tahu rasanya, sama saja. Punya uang 100jt di dompet dengan 50rb di dompet rasanya sama. Yang dimakan juga tetap makanan di warteg yang cukup dibayar dengan lembaran 20rb an atau bahkan di bawah 10rb.



So, di tahun 2018 ini saya hanya ingin berbuat lebih banyak kepada orang lain. Membimbing dengan serius kakak ipar yang ingin terjun di dunia IM. Membimbing teman2 lainnya yang benar2 serius ingin belajar. Menghabiskan waktu dengan mereka yang mempunyai semangat menggebu2 rasanya ada kemantapan dalam jiwa. Kebanggaan menjadi pilar kesuksesan mereka rasanya tak ada duanya. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan untuk terus mengabdikan diri kepada ilmu yang saya tekuni agar berguna kepada yang lain meskipun sedikit.

Menikah? Jika dulu keinginan menikah begitu menggebu2, sekarang keinginan itu sudah terkontrol dengan baik. Walaupun satu persatu teman sudah ditakdirkan Allah untuk menikah terlebih dahulu. Tidak ada rasa iri dengki seperti dahulu ketika melihat teman sudah dipertemukan dengan pasangan hidupnya. Hati juga sudah tenang tidak gusar lagi, apalagi ketika sahabat terbaik menemukan bidadari surganya. Rasanya begitu bahagia campur haru. Kebahagian melihat sahabat terbaik menemukan kebahagiaannya. Menahan air mata haru bahagia melihat sahabat terbaik menemukan teman hidupnya. Rasanya tiada tara.

Bukan. Bukan saya sudah tidak ingin menikah. Tetapi lebih tepatnya, sepertinya belum pantas untuk menikah. Lebih banyak bercermin dan banyak belajar. Semoga di tahun ini Allah mempertemukan saya dengan dia yang dituliskan di lauhul mahfudz Nya. Aamiiin....

Sabtu, 18 November 2017

Cobaan adalah Untuk Dicoba, Bukan Dihindari

Sudah kebiasaan disetiap penghujung tahun Allah sepertinya selalu memberikan cobaan yang luar biasa untuk hambanya ini. Hampir setiap tahun, di penghujung tahun saya mendapatkan cobaan yang luar biasa. Saya menyadari mungkin ini cara Allah untuk meningkatkan kesabaran hambanya ini. Cobaan untuk dicoba bukan? Tidak untuk dihindari. So, this is the chance to be more patient than before. Saya yakin setelah ujian pasti ada kenikmatan setelahnya. Kita tunggu saja kejutan apa yang telah disediakan oleh Allah setelah ini.

Rabu, 23 Agustus 2017

Kisah Giyem dan Tarjo

Di sebuah desa Sukapergi hiduplah seorang wanita cantik berusia 21 tahun, sebut saja Giyem. Giyem adalah makhluk ciptaan-Nya yang begitu indah. Seperti halnya bunga, sudah barang pasti banyak kumbang yang datang. Giyem adalah wanita kekinian yang melek sosial media, akun facebooknya pun penuh dengan permintaan pertemanan. Jatah 5000 teman yang diberikan facebook pun ludes. Pesan di messenger, whatsapp dan aplikasi chatting lainnya pun datang silih berganti. Begitulah kepopuleran Giyem.

10 kilometer dari Sukapergi terdapatlah sebuah desa bernama Sukasepi. Di desa ini hiduplah seorang Tarjo. Pendekar yang tak diragukan lagi di desa itu. Tarjo mempunyai hobi berkelana dari satu kota ke kota lain untuk meningkatkan kanurangannya. Tarjo termasuk lelaki yang gemar online di gadgetnya. Tiap hari Tarjo membuka tutup kunci handphonenya, berharap ada pesan yang masuk. Namun kegiatan Tarjo dari pagi sampai pagi lagi tetaplah membuka tutup kunci handphonenya, tak ada satu pesan pun yang masuk. Di sela-sela itu Tarjo juga menyecroll facebook dari atas sampai bawah dan itu dilakukan berulang-ulang dengan harapan ada pemberitahuan dari facebook. Sekali ada hanya pemberitahuan postingan dari grup info cegatan yang nggak begitu penting. Begitulah Tarjo dengan segala kesendiriannya.

Suatu hari, Tarjo mendapati permintaan pesan di akun messengernya. Dengan sigap ia membacanya. Ya itu dari Giyem. Tapi Tarjo tak mengenal Giyem. Tarjo pun enggan untuk membalas pesan dari Giyem, males kalo nanti cuma kerjaan temen seprofesi yang menjebaknya dengan akun facebook palsu seperti biasanya. Tak tahu siapa yang menyuruh, Tarjo pun melakukan klarifikasi pada akun Giyem itu, apakah ini bener2 wanita beneran atau jadi2 an yang dibuat temennya. Ternyata setelah dicek, Giyem sudah mengirimkan permintaan pertemanan sejak lama, namun Tarjo tidak mengkonfirmasinya. Tidak tahu kenapa akhirnya si Tarjo malah mengkonfirmasi permintaan Giyem yang padahal tidak memakai foto asli itu dan menanggapi pesannya. Mungkin karena saking kesepiannya si Tarjo.

Hari berganti-hari komunikasi Tarjo vs Giyem makin intens, dari messenger bergeser ke whatsapp. Pagi Siang Sore Malam si Tarjo dan Giyem selalu chatting, mungkin si Tarjo dan Giyem sama2 tidak ada kerjaan. Si Tarjo pun merasa ada yang kurang ketika tidak ngobrol lewat chatting dengan Giyem. Begitupun sebaliknya. Ketika Tarjo tidak mengirimi pesan, Giyem yang menyapa duluan.

Setidaknya terjadilah 4 kali pertemuan hasil dari chatting ini. Di pertemuan pertama si Tarjo kaget ketika tahu Giyem yang jauh lebih muda 4 tahun darinya. Tarjo berfikir Giyem adalah wanita sepantarannya. Sepertinya Tarjo mulai kesengsem dengan Giyem. Tapi entah itu dirasakan juga oleh Giyem atau tidak. Pasalnya Giyem adalah wanita cantik yang digandrungi banyak manusia ganteng. Si Tarjo ragu jika si Giyem akan kesengsem juga padanya.

Hari berganti hari, si Tarjo menjadi semakin baper dengan Giyem. Ya, mungkin karena Tarjo sudah terlalu lama sendiri. Kehadiran Giyem bagaikan Oase di tengah gurun pasir yang mengobati dahaga kesepiannya. Tarjopun akhirnya berniat untuk mengajak si Giyem untuk menjalin hubungan yang serius, namun untuk itu Tarjo harus mencari tahu dulu apakah si Giyem benar-benar memiliki rasa yang sama atau tidak dengannya. Karena Tarjo pun tahu, si Giyem digandrungi banyak lelaki di media sosial. Hal itu ia ketahui ketika mengintip si Giyem yang sedang chatting di messenger dan whatsapp. Di sana terdapat banyak nama lelaki yang sedang chatting dengan Giyem. Si Tarjo pun memikirkan sebuah cara, namun cara yang dilakukan Tarjo sepertinya salah.

Suatu ketika Tarjo berpura2 berangkat berkelana mendadak tanpa memberitahu si Giyem terlebih dahulu. Si Tarjo meninggalkan pesan pamitan di whatsapp. Kemudian Giyem membaca pesan itu, sontak Giyem seperti disulut api. Giyem membalas pesan Tarjo dengan nada marah dan kecewa. Tarjo cengar-cengir membaca pesan itu dan menyimpulkan Giyem marah seperti yang diharapkannya. "Yes, Giyem ternyata memiliki rasa yang sama dengan yang kurasakan." ujar Tarjo dalam hati. Tarjo sengaja tidak membaca pesan itu dan membiarkannya agar sandiwaranya terlihat sempurna. Messenger dan whatsapp pun berdatangan pesan dari Giyem. Tarjo semakin senang dan mantap kalo Giyem juga memiliki perasaan yang sama dengannya.

Ketika jam menunjukkan pukul 15.00, Tarjo membalas pesan dari Giyem. Dia sengaja mencari waktu yang pas dengan waktu tempuh mencapai tempat berkelananya. Agar sandiwaranya sempurna. Tarjo membalas pesan di Giyem dan menjelaskan kalo semuanya serba mendadak dan tidak sempat memberitahu Giyem terlebih dahulu jauh2 hari. Tak sesuai dugaannya Giyem makin marah dan kecewa terhadap Tarjo. Akhirnya Tarjopun berniat jujur kalo sebenernya Tarjo belum berangkat dan menceritakan semuanya. Namun hasilnya malah mengerikan, Giyem semakin marah dan kecewa dengan Tarjo yang sudah membohonginya dan merasa dipermainkan. Tarjo mulai keringat dingin, hatinya yang sudah mantap dengan Giyem berubah menjadi cemas. Berkali-kali Tarjo mengirimi Giyem pesan, namun Giyem hanya membacanya tanpa membalas. Tarjo memandangi hp nya terus menerus dan mengirimkan pesan berulang kali dengan harapan Giyem membalas pesannya.

Nasi sudah menjadi bubur, tinggalah penyesalan yang diderita Tarjo. Tanggapan yang diberikan Giyem bertolak dengan dugaannya sebelumnya. Giyem menjadi kecewa dan menjadi semakin cuek dengan Tarjo seolah tidak terima dibohongi dan dipermainkan. Tarjo yang niatan awalnya hanya untuk mencari tahu, akhirnya menelan ludahnya ketika Giyem semakin kecewa dengannya.

~~~ Tamat ~~~

pesan moral: jangan lakukan kebohongan sekecil apapun pada siapapun, terlebih lagi kepada wanita. wanita diciptakan menjadi makhluk yang paling sensitif dan rapuh, sekali perasaannya tercederai maka sulit bagi wanita untuk kembali seperti semula.

tulisan ini ditulis dari cerita nyata yang disamarkan identitas asli dari tokohnya.

Jumat, 16 Desember 2016

Kereta yang Membisu

Tak terasa sudah 5 bulan di Jogja. Hidup sebagai anak rantau ababil di Kota Gudeg untuk memenuhi kewajiban tolibul ilmi. Kenapa kubilang ababil? Karena meskipun kuliah dan ndekos di Jogja, aku tetap pulang kampung setiap 2 minggu sekali. Banyaknya pekerjaan di rumah mengharuskanku untuk sering bolak-balik Jogja-Nganjuk. Banyak hal yang harus ku-urus sehingga wajib pulang 2 minggu sekali.

Angkutan favoritku untuk memobilisasi pulang kampung atau sebaliknya adalah kereta. Yap, selain murah dan nyaman, kereta dapat di-andalkan untuk masalah ketepatan waktu. Berangkat dan tiba yang hampir jarang meleset. Aku biasa naik kereta Ekonomi Kahuripan untuk pulang dan kadang kereta Sri Tanjung untuk kembali ke Jogja. Namun dalam 1 bulan ini karena banyaknya urusan di rumah aku terpaksa untuk menunggangi kereta malam. Yang mana kereta malam kebanyakan adalah kereta Bisnis dan Eksekutif yang harganya 2-3 kali lipat kereta Ekonomi. Mau nggak mau aku harus naik itu, karena nggak ada pilihan reasonable yang lain.

Yap, dengan kereta Bisnis aku bisa sedikit lebih lama di rumah. Biasanya sampai Nganjuk sabtu pagi, kemudian dirumah bentar, selanjutnya aku berangkat ke basecamp sampai minggu malam, kadang sampai senin pagi. Senin sore aku harus kembali ke Jogja, karena jam 11 malam ada kelas yang harus kuikuti. Sangat singkat di rumah. Bulan ini kelas udah usai, aku bisa kembali lebih malam, biar bisa sedikit lebih lama ngobrol sama keluarga di rumah. Sehingga kuputusin buat naik kereta Bisnis dengan jadwal yang agak malam.

Itulah intermezo yang enggak penting dari tulisan ke 103 di blog ini, lanjut ke hal yang lebih penting untuk kita renungkan. Memang dari segi kecepatan, kereta Bisnis dan Eksekutif bisa di-andalkan. Namun, dari segi "sosial" sangat enggak banget bagiku. Jika di kereta Ekonomi dengan mudahnya kuhabisin perjalanan dengan obrolan ngalor-ngidul dengan penumpang lain yang sama sekali enggak kenal, di kereta Bisnis dan Eksekutif hal itu mustahil terjadi. Yap, rata-rata penumpang kereta Bisnis dan Eksekutif adalah orang dengan penampilan yang necis. Berbeda dengan penumpang kereta ekonomi yang campur baur mulai dari cewek cantik berhijab yang ramah dan orang tua yang cerewet yang suka ngajakin ngobrol padahal mata pengen tidur. Tapi hal itu yang menyenangkan yang enggak kudapati di kereta Bisnis dan Eksekutif. Mereka cenderung sibuk dengan orang lain yang ada jauh dari di tempat duduknya (gadget).

Hampir sembilan puluh koma sembilan sembilan persen penumpang kereta Bisnis & Eksekutif sibuk dengan gadget yang ada di tangan. Sisanya sibuk dengan membaca, entah itu buku atau majalah yang sudah disediakan di kantong kursi. Aku pernah mencoba mengajak penumpang di sampingku untuk ngobrol, namun obrolan itu enggak cair seperti di kereta ekonomi. Cenderung kaku, singkat dan akhirnya orang yang kuajak ngobrol sibuk lagi dengan gadgetnya. Sibuk dengan BBM, Whatsapp, Facebook dan aplikasi messenger sejenisnya. Sebenernya tidak cuma di kereta, fenomena merunduk ini sudah menggerogoti sebagian besar manusia di muka bumi ini. Mereka sibuk dengan orang jauh dan mengabaikan orang yang ada disampingnya. Kalau memang hal ini sebagai tanda kemajuan zaman, kalo boleh aku usul enggak maju zaman nya enggak apa2. Biar semua kembali ke komunikasi tradisional yang lebih mesra, anti salah paham dan dari hati ke hati. Kalau memang ini nggak bisa dihindari, aku usul agar ada Hari Tanpa Gadget tiap bulannya. hiks

~ Kereta yang Membisu ~

Rabu, 14 Desember 2016

Bis Ramayana, Semarang, Lawang Sewu dan Kota Lama

Kamis (8/12), setelah presentasi Design UI Smart Birth, aku izin pulang untuk bergegas bersiap diri berangkat ke Semarang. Sampai di kos aku langsung packing dan sarapan. Bercelana biru berkaos oblong merah tanpa mandi aku bergegas berangkat ke Terminal Jombor di antar teman kos untuk mencari bis jurusan Semarang. Satu satunya alternatif transportasi publik dari Jogja ke Semarang adalah bis. Sudah kucek di aplikasi kereta api, tak ada kereta Jogja - Semarang.

Sampai di terminal sudah ada bis Ramayana jurusan Semarang yang ngetem menunggu keberangkatan. Segera kubeli tiket seharga 45 ribu dan masuk ke dalam bis. Aku mendapat kursi nomor 6, di sampingku sudah ada cewek dari sekolah pramugari. Terjadi obrolan singkat dan renyah selama perjalanan ke Semarang. Inilah yang kusuka ketika naik transportasi publik, selalu ada perbincangan di dalam perjalanan.

Setelah kurang lebih 3 jam perjalanan, aku sampai di Sukun - Banyumanik. Aku sudah janjian dengan seorang teman di Semarang. Dia bilang agar aku turun di Sukun, kemudian dia yang akan nyamperin di Sukun. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit - an, temanku datang. Mungkin gegara jalanan yang begitu macet waktu itu. Baru berjalan beberapa km sudah disambut hujan, akhirnya kita putusin untuk mampir ke mushola sekaligus jama'-qoshor sholat dzuhur yang kutinggalkan ketika perjalanan tadi.

Hujan sudah mulai reda, dan kami melanjutkan perjalanan ke Lawang Sewu. Kurang lebih 15 menit kami sudah berada di loket Lawang Sewu. Aku sedikit penasaran dengan Lawang Sewu ini, karena setiap teman yang berkunjung ke Semarang pasti pamer foto Lawang Sewu. Dasar akunya nggak begitu jago motret, aku cuma punya beberapa foto Lawang Sewu yang mungkin angle nya juga kurang pas.







Foto yang seharusnya vintage, ditanganku terlihat biasa biasa saja yak. Emang dasar aku bukan potograper. Yang penting ada dokumentasi lah. Setelah puas jalan di Lawang Sewu, destinasi selanjutnya adalah Kota Lama yang lokasinya nggak jauh dari Lawang Sewu. Ini potret Kota Lama yang berhasil kujepret. Nggak bagus juga angle nya.



Lebih tepatnya salah angle, nggak mewakili kota tua sama sekali soalnya, cuman motret gereja aja. :D. Jangan tanya fotoku mana, nggak ada sama sekali, lebih tepatnya pada hancur hasil jepretannya. Entah partner yang fotoin aku juga nggak bakat atau emang aku yang nggak potojenik. Sekian yak catatan singkat tentang Bis Ramayana, Lawang Sewu dan Kota Lama.

Kamis, 17 November 2016

Ulang Tahun: Pencapaian, Resolusi dan Renungan

Kemaren (17/11/16), usiaku sudah 24 tahun. Enggak ada yang istimewa di usia ini. Hilal jodoh juga belum nampak. Yang ada adalah kompleksitas masalah yang kuhadapi di usia ini kian rumit. Dari masalah kuliah hingga urusan kerjaan yang kian rumit. Tidak lagi memikirkan 1 orang, tapi memikirkan banyak orang. Di kesempatan ini aku pengen membahas pencapaian, resolusi dan renungan di hari ulang tahunku ini. Dengan harapan di tahun berikutnya aku bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.

Pencapaian

Tidak banyak hal yang kucapai di usia ini, namun beberapa target (dunia) sudah dapat kucapai tanpa kusadari dengan sendirinya. Mereka adalah:

$10,000/month. Dulu aku pernah mempunyai mimpi itu, aku pikir itu adalah hal yang sangat mustahil. Tapi seiring berjalannya waktu, Alhamdulillah Allah membukakan jalan itu, jalan yang enggak pernah kuduga. Tepatnya bulan Agustus kemaren aku berhasil meraih penghasilan itu hingga bulan ini. Syukur yang luar biasa atas karunia nikmat yang luar biasa ini.

Bikin Kantor. Yap, aku pengen bikin kantor yang disitu bisa digunakan bareng2 oleh teman2 yang ingin belajar bareng2 masalah internet marketing, Alhamdulillah tahun ini udah tercapai. Enggak besar, namun cukup untuk tiduran di lantai bersama 15 orang. Yang terpenting bisa ngumpul rutin untuk sukses bareng2. Setidaknya tiap hari ada aktifitas di kantor ini, entah ngobrolin project atau sebagai pelarian karena dirumah ditanyain nikah mulu.

S2. Aku pernah berfikir untuk lanjut S2, ya Alhamdulillah di tahun ini aku diberi kesempatan untuk melanjutkan perjalananku menuntuk ilmu di Jogjakarta. Semoga aku dikuatkan agar nanti bisa menyerap ilmu yang disampaikan dan bisa lulus tepat waktu.

Enggak banyak yang kucapai tahun ini, karena enggak banyak lagi yang ingin kukejar.

Resolusi

Ada beberapa resolusi di usiaku yang udah hampir seperempat abad ini, mereka adalah:

Yang pertama tentunya aku ingin segera mempunyai teman hidup (baca istri) agar aku punya motivasi yang lebih kuat untuk terus hidup dan berjuang. Enggak muluk2 yang penting solikhah, walaupun cantik enggak masalah :v.

Selanjutnya aku pengen besarin basecamp, bikin network yang bisa handel banyak orang, bisa membantu banyak orang. Ini sedang kugarap, semoga tahun depan bisa selesai dan mengudara.

Enggak banyak resolusiku, udah 2 itu saja.

Renungan

Aku sering merenung, hal apa yang bisa kulakukan dengan ilmu yang kumiliki ini. Aku ingin lebih banyak bermanfaat untuk orang lain. Semoga Allah segera membukakan jalanku untuk lebih bermanfaat untuk orang lain. Aamiiin...

Selasa, 15 November 2016

Kakak Terbaik

Seorang wanita kelahiran 87, gendhut namun tetap manis. Dikaruniai seorang putri yang begitu cantik dengan lesung pipit di pipinya. Itulah kakakku, musuh berantemku dikala aku masih kecil hingga aku SMP. Tepatnya aku kehilangan teman duel ketika kakakku ini memutuskan untuk merantau ke negeri seberang setelah dia lulus SMK.



Semenjak kepergiannya ke negeri seberang aku yang notabene anak kedua menjadi seperti anak pertama, menjadi sok pengatur pada kedua adikku. Sepulangnya dari negeri seberang penampilannya berubah derastis. Dulu yang masih kumel, cupu berubah menjadi wanita yang begitu cantik dan langsing. Berbeda dengan sekarang, setelah menikah kini menjadi padat penuh berisi namun tetap manis karena lesung pipitnya.

Cukuplah kubahas tentang fisiknya. Sekarang aku kepengen bahas sifatnya. Kakakku ini berbeda 360 derajat dengan diriku. Ada yang bilang aku begitu kalem dan penyabar dan berbeda sekali dengan kakakku yang kaku dan kadang mudah disulut api amarah. Melihat keluarga atau adiknya dilecehkan atau direndahkan orang, begitu mudahnya dia emosi. Mungkin itu jiwa kakak yang notabene ingin menjadi pelindung bagi adik-adiknya.

Aku sangat mengerti dibalik sifat kaku kerasnya terdapat hati yang begitu tulus mencintai keluarga dan adik-adiknya. Aku sangat merasakan itu. Sekalipun dulu ketika kecil aku hampir tiap hari menangis oleh cakaran kukunya karena berantem adalah rutinitas pada kala itu. Aku sangat yakin hatinya begitu lembut dan begitu tulus untuk keluarga. Aku sangat merasakan itu ketika dia mulai berkeluarga dan kita tak lagi serumah. Aku selalu merindukannya.

Jarak fisik kita mungkin sangat jauh, namun hati kita mungkin sudah terhubung. Kadang ketika hati ini sedang rindu, dia tiba-tiba menelepon adiknya ini. Mungkin dia juga merasakan hal yang sama. Ikatan batin yang kuat antara adik dan kakak. Kadang ketika adiknya sedang galau, tiba-tiba dia muncul di telepon membuat suasana menjadi ceria. Tak pernah kulihat beban di wajahnya ketika aku bertemu dan bercanda ria. Padahal aku sangat tahu masalah yang sedang dihadapinya enggak kecil.

Semoga Allah selalu menjagamu wahai kakak terbaikku.

Jumat, 07 Oktober 2016

Jogja, Aku, Dia dan Mereka

Mimpi tadi malam membuatku ingin menuliskan sesuatu di blog ini. Mimpi tadi malam benar-benar menakutkan "untuk orang pemberani seperti saya". Saya tak perlu menceritakan mimpi itu, yang jelas hari ini aku mau curhat ke blog ini tentang kesanku hidup di perantauan di tanah Jogja.

Ini adalah hari ke 82 "Aku" tinggal di Jogja. Banyak sekali hal-hal yang kualami selama 82 hari di tempat istimewa ini. Tinggal sendiri di kos membuatku sering merindukan "Mereka", ayah, ibu, adek dan teman-temanku di Nganjuk. Tak dapat dipungkiri rasa rindu itu kadang menyiksa batinku, aku pernah bilang kepada temanku kalau aku lagi keluar rumah, aku tak pernah kepikiran rumah. Namun pada faktanya aku selalu teringat rumah, selalu kepikiran bagaimana kondisi ayah, ibu dan adik2ku. Semoga mereka selalu baik-baik saja. Air mata ini selalu saja menetes dengan sendirinya tatkala aku mencoba untuk kuat menahan rinduku pada mereka. Ini adalah pertama kali aku merantau meninggalkan tanah kelahiranku, mungkin aku begitu cengeng tapi inilah yang aku rasakan. Aku menjadi orang yang begitu lemah tanpa mereka di sini.

Tak kuat lagi aku menulis, air mata ini sudah membanjiri wajah sok kuat ku. Mungkin akan kulanjutkan di lain waktu.